Minggu, 05 Februari 2012

Pengertian Etika, Moral, Etiket, Adab dan Akhlak

Secara sederhana, etika merupakan sebuah kajian tentang moralitas (the study of morality). Etika secara etimologis memiliki makna yang sama dengan moral. Akan tetapi secara terminologis, etika dalam posisi tertentu memiliki makna yang berbeda dengan moral. Sebab etika memiliki tiga posisi yakni etika sebagai sistem nilai, kode etik dan filsafat moral.[1]
Sebagai sistem nilai, etika berarti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Posisi inilah dimana sebagian besar makna etika dipahami sehingga muncul istilah-istilah Etika Islam, Etika Budha, Etika Kristen, dsb. Dalam posisi ini pula makna etika sama dengan moral. Pengertian moral sebagai sistem nilai dapat pula dilihat dalam definisi Frans Magnis Suseno yakni Kata etika dalam arti yang sebenarnya berarti filsafat mengenai bidang moral. Jadi etika merupakan ilmu atau refleksi sistematik mengenai pendapat-pendapat, norma-norma istilah dan istilah moral. Keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan oleh masyarakat yang bersangkutan untuk mengetahui bagaimana manusia seharusnya menjalankan kehidupannya; yakni bagaimana mereka membawa diri, sikap-sikap, dan tindakan-tindakan yang harus dikembangkan agar hidupnya berhasil.[2]
Sebagai kode etik, etika berarti asas/ nilai moral. Disini etika menjadi landasan suatu aturan profesi yang tidak boleh dilanggar. Contohnya terdapat kode etik jurnalistik, pegawai, kedokteran dsb.
Posisi etika yang lain adalah etika sebagai filsafat moral. Disinilah posisi etika sebagai ilmu, pengertian ini terwakili melalui pengertian yang dikemukakan oleh Ahmad amin. Dia mengartikan etika sebagai ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh sebagian manusia yang lain, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat.[3]
Selanjutnya, posisi etika sebagai filsafat moral memiliki kedudukan sebagai ilmu bukan sebagai ajaran. Etika dan ajaran moral tidak berada di tingkat yang sama. Ajaran moral mengajarkan bagaimana kita hidup sedangkan etika ingin mengetahui mengapa kita mengikuti ajaran moral tertentu / bagaimana kita mengambil sikap yang bertanggung jawab ketika berhadapan dengan berbagai ajaran moral.[4]
Sedangkan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang lama karangan Poerwadarminta tahun 1953 dinyatakan bahwa etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak. Sementara Kamus Umum Bahasa Indonesia yang baru oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1988 menjelaskan bahwa “etika” memiliki tiga arti:
1) Ilmu tentang apa yang baik dan dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak);
2) Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak;
3) Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.[5]

Etika, Moral, Etiket, Adab dan Akhlak
Seperti halnya dengan banyak istilah yang menyangkut konteks ilmiah, istilah “etika” pun berasal dari bahasa Yunani kuno. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa; padang rumput, kandang; kebiasaan, adat; akhlak, watak; perasaan, sikap, cara berpikir. Bentuk jamaknya adalah ta etha artinya adalah kebiasaan. Dan arti terakhir inilah menjadi latar belakang bagi terbentuknya istilah “etika” yang oleh  Yunani besar Aristoteles (384-322 BC) sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, jika kita membatasi diri pada asal usul kata ini, maka “etika” berarti: ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.[6]
Keterangan etimologis ini mengingatkan sebuah kata dalam bahasa Indonesia yakni “ethos” cukup banyak dipakai, misalnya dalam kombinasi “ethos kerja”, “ethos profesi”, dan sebagainya. Memang ini suatu kata yang diterima dalam bahasa Indonesia dari bahasa Yunani (dan karena itu sebaiknya dipertahankan ejaan aslinya “ethos”), tapi tidak langsung melainkan melalui bahasa Inggris, dimana kata itu termasuk kosa kata yang baku.
Kata yang cukup dekat dengan “etika” adalah “moral”. Kata yang terakhir ini berasal dari bahasa Latin mos (jamak: mores) yang berarti juga: kebiasaan, adat. Jadi etimologi kata “etika” sama dengan etimologi kata “moral” karena keduanya berasal dari kata yang berarti adat kebiasaan. Hanya bahasa asalnya berbeda: yang pertama berasal dari bahasa Latin.[7]
Demikian juga, dikenal istilah etiket. Etika dan etiket kerap kali dicampuradukkan. Padahal perbedaan di antaranya sangat hakiki. Etika disini berarti moral dan etiket berarti sopan santun. Meskipun memiliki perbedaan ada juga  persamaan. Persamaan itu adalah:
Pertama etika dan etiket menyangkut perilaku manusia. Kedua istilah tersebut hanya diperuntukkan mengenai hal ihwal manusia.
Kedua, baik etika maupun etiket mengatur perilaku manusia secara normative artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan.[8]  
Namun demikian  ada beberapa perbedaan sangat penting antara etika dan etiket. Diantara perbedaan tersebut adalah:
Etiket menyangkut cara suatu perbuatan yang harus dilakukan manusia. Tetapi etika tidak terbatas pada cara dilakukannya sesuatu perbuuatan; etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri.
Etiket hanya berlaku dalam pergaulan. Bila tidak ada orang lain hadir atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku. Sebaliknya, etila selalu berlaku, juga kalau tidak ada saksi mata. Etika tidak tergantung pada hadir tidaknya orang lain.[9]  Adapun Istilah adab dapat disamakan dengan istilah etiket.[10]
Sementara akhlak berasal dari bentuk jamak bahasa Arab khuluq yang berarti suatu sifat permanen pada diri orang yang melahirkan perbuatan secara mudah tanpa membutuhkan proses berpikir. Definisi lain dari akhlak adalah sekumpulan nilai-nilai yang menjadi pedoman berperilaku dan berbuat Akhlak juga secara singkat diartikan sebagai budi pekerti atau perangai.[11]
Jadi bisa disimpulkan bahwa etika merupakan ilmu moral/ilmu akhlaq yang mengindikasikan hal-hal pra tindakan yang berupa pengetahuan serta pemikiran tentang hal/tindakan baik dan buruk. Sedangkan etiket dan adab merupakan pengejawantahan praktis dari etika, moral dan akhlak.

____________________________________________

[1]K. Bertens, Etika, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1993), hal 35
[2]Franz M Suseno, Etika Dasar: Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral,  (Yogyakarta:   Kanisius, 1987), hal 6
[3]Ahmad Amin, Ilmu Akhlak (terj. Prof. KH. Farid Ma’ruf), (Jakarta: Bulan Bintang, 1975), hal 5
[4]Franz M Suseno, Op.Cit, hal 14
[5]Kees Bertens, Op.Cit., hal 6
[6]Ibid., hal 5
[7]Ibid., hal 7
[8] Ibid., hal 8
[9] Ibid., hal 9
[10] Ahmad Amin, Op.Cit., hal 10. Mengenai telaah dan distingsi mengenai diskursus istilah-istilah tersebut juga bisa dilihat dalam Abd. Haris, Etika Hamka: Konstruksi Etik Berbasis Rasional-Religius, (Yogyakarta: LkiS, 2010), hal 6-9
[11] Ibid., hal 11

Silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya... Jangan sungkan menjelajah ke blog utama