Selasa, 22 November 2011

Sejarah Psikologi

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya. [1]
Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.

Sejarah Psikologi
Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Bahkan sebelum Wundt mendeklarasikan laboratoriumnya tahun 1879, yang dipandang sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu. pandangan tentang manusia dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno.Psikologi sendiri sebenarnya telah dikenal sejak jaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup ( levens beginsel). Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala - gejala kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan (Anima), karena itu tiap - tiap makhluk hidup mempunyai jiwa.[2] Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika. [3]


Metode Psikologi
Beberapa metodologi dalam psikologi, di antaranya sebagai berikut :
  1. Metodologi Eksperimental
Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen.[4] Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya. Pada metode eksperimental, maka sifat subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat diatasi. Pada metode instrospeksi murni hanya diri peneliti yang menjadi objek. Tetapi pada instrospeksi eksperimental jumlah subjek banyak, yaitu orang - orang yang dieksperimentasi itu. Dengan luasnya atau banyaknya subjek penelitian maka hasil yang didapatkan akan lebih objektif[2]
  1. Observasi Ilmiah
Pada pengamatan ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan sebagainya.
  1. Sejarah Kehidupan (metode biografi)
Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya.[4] Dalam metode ini orang menguraikan tentang keadaaa, sikap - sikap ataupun sifat lain mengenai orang yang bersangkutan [2]. Pada metode ini disamping mempunyai keuntungan juga mempunyai kelemahan, yaitu tidak jarang metode ini bersifat subjektif [2].
  1. Wawancara
Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.Baik angket atau interview keduanya mempunyai persamaan, tetapi berbeda dalam cara penyajiannya. Keuntungan interview dibandingkan dengan angket [2] yaitu:
    1. Pada interview apabila terdapat hal yang kurang jelas maka dapat diperjelas
    2. interviwer(penanya) dapat menyesuaikan dengan suasana hati interviwee ( responden yang ditanyai)
    3. Terdapat interaksi langsung berupa face to facesehingga diharapkan dapat membina hubungan yang baik saat proses interview dilakukan.
  1. Angket
Angket merupakan wawancara dalam bentuk tertulis. Semua pertanyaan telah di susun secara tertulis pada lembar-lembar pertanyaan itu, dan orang yang diwawancarai tinggal membaca pertanyaan yang diajukan, lalu menjawabnya secara tertulis pula. Jawaban-jawabannya akan dianalisis untuk mengetahui hal-hal yang diselidiki.
  1. Pemeriksaan Psikologi
Dalam bahasa populernya pemeriksaan psikologi disebut juga dengan psikotes Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih. alat-alat itu dapat dipergunakan unntuk mengukur dan untuk mengetahui taraf kecerdasan seseorang, arah minat seseorang, sikap seseorang, struktur kepribadian seeorang, dan lain-lain dari orang yang diperiksa itu.[4]
  1. Metode Analisis Karya
Dilakukan dengan cara menganalisis hasil karya seperti gambar - gambar, buku harian atau karangan yang telah dibuat. Hal ini karena karya dapat dianggap sebagai pencetus dari keadaan jiwa seseorang [2].
  1. Metode Statistik
Umumnya digunakan dengan cara mengumpulkan data atau materi dalam penelitian lalu mengadakan penganalisaan terhadap hasil; yang telah didapat [2].

Metode Psikologi Perkembangan
Pada Metode Psikologi Perkembangan memiliki 2 metode, yaitu metode umum dan metode khusus. pada metode umum ini pendekatan yang dipakai dengan pendekatan longitudinal, transversal, dan lintas budaya. Dari pendekatan ini terlihat adanya data yang diperoleh secara keseluruhan perkembangan atau hanya beberapa aspek saja dan bisa juga melihat dengan berbagai faktor dari bawaan dan lingkungan khususnya kebudayaan. [5] Sedangkan pada metode khusus merupakan suatu metode yang akan diselidiki dengan suatu proses alat atau perhitungan yang cermat dan pasti. Dalam pendekatan ini dapat digunakan dengan pendekatan eksperimen dan pengamatan. [5]

Psikologi kontemporer
Diawali pada abad ke 19, dimana saat itu berkembang 2 teori dalam menjelaskan tingkah laku, yaitu:
Psikologi Fakultas 

Psikologi fakultas adalah doktrin abad 19 tentang adanya kekuatan mental bawaan, menurut teori ini, kemampuan psikologi terkotak-kotak dalam beberapa ‘fakultas’ yang meliputi berpikir, merasa, dan berkeinginan. Fakultas ini terbagi lagi menjadi beberapa subfakultas. Kita mengingat melalui subfakultas memori, pembayangan melalui subfakultas imaginer, dan sebagainya.

Psikologi Asosiasi 

Bagian dari psikologi kontemporer abad 19 yang mempercayai bahwa proses psikologi pada dasarnya adalah asosiasi ide yaitu bahwa ide masuk melalui alat indera dan diasosiasikan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu seperti kemiripan, kontras, dan kedekatan.

Psikologi sebagai ilmu pengetahuan
Walaupun sejak dulu telah ada pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia dalam kurun waktu bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam, akan tetapi karena kerumitan dan kedinamisan manusia untuk dipahami, maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu sewaktu Wilhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama didunia.
Laboratorium Wundt
Pada tahun 1879 Wilhem Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di University of Leipzig, Jerman. Ditandai oleh berdirinya laboratorium ini, maka metode ilmiah untuk lebih mamahami manusia telah ditemukan walau tidak terlalu memadai. dengan berdirinya laboratorium ini pula, lengkaplah syarat psikologi untuk menjadi ilmu pengetahuan, sehingga tahun berdirinya laboratorium Wundt diakui pula sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan.
Berdirinya Aliran Psikoanalisa
Semenjak tahun 1890an sampai kematiannya di 1939, dokter berkebangsaan Austria bernama Sigmund Freud mengembangkan metode psikoterapi yang dikenal dengan nama psikoanalisis. Pemahaman Freud tentang pikiran didasarkan pada metode penafsiran, introspeksi, dan pengamatan klinis, serta terfokus pada menyelesaikan konflik alam bawah sadar, ketegangan mental, dan gangguan psikis lainnya.

Fungsi psikologi sebagai ilmu
Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:
  • Menjelaskan, yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif
  • Memprediksikan, Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi
  • Pengendalian, Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan.
Pendekatan perilaku
Pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S - R atau suatu kaitan Stimulus - Respon. Ini

Pendekatan kognitif
Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.

Pendekatan psikoanalisa
http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png
pendekatan Psikoanalisa yang dikembangkan oleh Sigmund Freud
Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.
Pendekatan fenomenologi
Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.
Kajian psikologi
Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi dan ilmu saraf pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan anthropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. Beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah:
1. Psikologi perkembangan
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut
2. Psikologi sosial
Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :
·         studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)
·         studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain
·         studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan.
3. Psikologi kepribadian
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya.
4. Psikologi kognitif
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: Persepsi, proses belajar, kemampuan memori, atensi, kemampuan bahasa dan emosi.

Wilayah terapan psikologi
Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. walaupun demikian, belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu, misalnya, seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan, atau sebaliknya.
1. Psikologi sekolah
Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak
2. Psikologi industri dan organisasi
Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan, mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu, sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya
3. Psikologi kerekayasaan
Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error)
4. Psikologi klinis
Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami, mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal.

Kritik Psikologi
Berdasarkan pengertian di atas kita diharuskan mengetahui perbedaan budaya kita dengan budaya pada saat psikologi muncul sebagai ilmu pengetahuan. Apakah kajian ilmu tersebut sesuai dengan kebudayaan kita ataukah ada berbedaan di dalamnya. Misalkan, ketika kita adalah suku pedalaman yang masih menggunakan cara berburu dalam kehidupan sehari-hari maka berburu bisa menjadi tolak ukur kecerdasan kita sebagai masyarakat pedalaman, bukan dilihat dari bagaimana kecerdasan itu diukur dari bisa dan tidaknya kita menghitung matematika, menjawab soal-soal ujian, menjawab serangkaian tes kecerdasan dan lain-lain. Kesesuaian teori psikologi dengan kebudayaan kita itulah yang benar-benar harus kita pahami, sehingga teori-teori tersebut adalah teori yang benar-benar relevan dengan kebudayaan dan diri kita sebagai manusia.[6]

Selasa, 13 September 2011

Asus Transformer EEEPad





Salah satu kelebihan dari Asus Transformer ini, yaitu memiliki keyobard dock (dijual terpisah) yang sangat ok. Memang beberapa tablet ada juga keyboard2 bluetooth, tapi keyboard docking Asus ini benar2 didesain dengan baik.

Jadi kalau dipasang dockingnya, benar2 akan jadi seperti netbook ! Di keyboard dockingnya ada USB Slot dan battery tambahan utk power ASUS Transformernya. Kalau pakai docking tambahan, batterynya bisa bertahan selama 16 jam !!! Cocok sekali utk professional muda yang banyak berpergian.





Review Singkat :

Sepintas lalu, penampilan Asus Transformer ini cukup exclusive. Salah satu tablet dengan penampilan terbaik yang pernah saya lihat. Apalagi di zaman semua orang pakai ipad, Asus Transformer EEEPad ini sangat eye catching dan berbeda sendiri (:

Interface juga sangat meyakinkan (mungkin karena OS sdh HoneyComb). Saya cukup terkagum-kagum melihat interfacenya. Apalagi, sy sehari-hari lihat ipad terus yang penampilannya penuh dengan icon2 saja, he..he.

Di Asus Transformer, penampilan Home Screen bisa kita customize dengan sangat menarik. Apalagi karena layarnya yang lega (10"), widget2 bisa disusun dengan manis. (Tiba2 saya merasa Home Screen Ipad saya, rada boring, ha..ha).

Response snappy, ada mini hdmi dan memory slot (nyaman sekali utk nambah memory). Kamera belakang 5MP (bandingin dgn ipad 2 yg cuma 0.7 MP, he..he)

Apalagi menurut review, batterynya bisa tahan 9.5 jam plus kalo tambah keyboard docknya jadi 16 jam !

Buat yang senang dengan tablet Android, saya rasa, ini tablet yang sangat menarik utk dimiliki.

Oh iya, sekedar info, utk profesional review, silahkan baca di :
http://www.techradar.com/reviews/pc-...view?artc_pg=1

Senin, 12 September 2011

Tech Update: The Inkling Pen, By Wacom

At 99designs we’re big fans of sketching, it’s a great way to develop unique designs. But there’s always that little problem of trying to translate those sketches to your computer just the way you drew them. We discovered a new, ingenious device that has just been announced by Wacom, which will allow you to take your sketches from paper directly to your computer screen.
The inkling is a “digital pen” that translates your drawing into a computer graphics file. It works on any type of paper, utilizing a scanning technology (called a receiver) to record your work as you go along, then transmitting the images via USB to your computer. There, your work is transformed into a graphic that you can import into Adobe® Photoshop®, Illustrator® (CS3+), Autodesk® Sketchbook® Pro (2011+) or Autodesk® Sketchbook® Designer.
And the coolness doesn’t end there! The pen has 1024 levels of pressure, so it won’t miss much – you can sketch with all of the detail that you would with any other pen. And it works in stages: click a button on the receiver to record the drawing at any stage, and it will turn your work into digital layers.
The device will be available mid-September for $199, check out http://www.wacom.com/ for more detail.

Wacom Inkling Trailer from Robert Hranitzky on Vimeo.

The September 11 attacks


The September 11 attacks (also referred to as September 11, September 11th or 9/11) were a series of four coordinated suicide attacks upon the United States in New York City and the Washington, D.C. area on September 11, 2001. On that Tuesday morning, 19 terrorists from al-Qaeda hijacked four passenger jets. The hijackers intentionally crashed two planes, American Airlines Flight 11 and United Airlines Flight 175, into the Twin Towers of the World Trade Center in New York City; both towers collapsed within two hours. Hijackers crashed American Airlines Flight 77 into the Pentagon in Arlington, Virginia. The fourth jet, United Airlines Flight 93, crashed into a field near Shanksville, Pennsylvania, after passengers attempted to take control before it could reach the hijacker's intended target in Washington, D.C. Nearly 3,000 died in the attacks.
Suspicion quickly fell on al-Qaeda, and in 2004, the group's leader Osama bin Laden, who had initially denied involvement, claimed responsibility for the attacks. Al-Qaeda and bin Laden cited U.S. support of Israel, the presence of U.S. troops in Saudi Arabia, and sanctions against Iraq as motives for the attacks. The United States responded to the attacks by launching the War on Terror, invading Afghanistan to depose the Taliban, which had harbored al-Qaeda members. Many countries strengthened their anti-terrorism legislation and expanded law enforcement powers. In May 2011, after years at large, bin Laden was found and killed.
The destruction caused serious damage to the economy of Lower Manhattan and had a significant impact on global markets. Cleanup of the World Trade Center site was completed in May 2002, and the Pentagon was repaired within a year. Numerous memorials were constructed, including the National September 11 Memorial & Museum in New York, the Pentagon Memorial, and the Flight 93 National Memorial. Adjacent to the National Memorial, the 1,776 feet (541 m) One World Trade Center is estimated for completion in 2013.


wikipedia.org

The Cycle of Science

Interview granted to Adam Anderson

1. Do you believe that superstitions have affected American culture? And if so, how?

A. In its treatment of nature, Western culture is based on realism and rationalism and purports to be devoid of superstitions. Granted, many Westerners - perhaps the majority - are still into esoteric practices, such as Astrology. But the official culture and its bearers - scientists, for instance - disavow such throwbacks to a darker past.

Today, superstitions are less concerned with the physical Universe and more with human affairs. Political falsities - such as anti-Semitism - supplanted magic and alchemy. Fantastic beliefs permeate the fields of economics, sociology, and psychology, for instance. The effects of progressive taxation, the usefulness of social welfare, the role of the media, the objectivity of science, the mechanism of democracy, and the function of psychotherapy - are six examples of such groundless fables.

Indeed, one oft-neglected aspect of superstitions is their pernicious economic cost. Irrational action carries a price tag. It is impossible to optimize one's economic activity by making the right decisions and then acting on them in a society or culture permeated by the occult. Esotericism skews the proper allocation of scarce resources.



2. Are there any superstitions that exist today that you believe could become facts tomorrow, or that you believe have more fact than fiction hidden in them?

A. Superstitions stem from one of these four premises:

That there is nothing that can be thought of that is impossible (in all possible Universes);
That there is nothing impossible (in all possible Universes) that can be thought of;
That everything that can be thought of – is, therefore, possible (somewhere in these Universes);
That everything that is possible exists (somewhere in these Universes).
As long as our knowledge is imperfect (asymptotic to the truth), everything is possible. As Arthur Clark, the British scientist and renowned author of science fiction, said: "Any sufficiently advanced technology is indistinguishable from magic".

Still, regardless of how "magical" it becomes, positive science is increasingly challenged by the esoteric. The emergence of pseudo-science is the sad outcome of the blurring of contemporary distinctions between physics and metaphysics. Modern science borders on speculation and attempts, to its disadvantage, to tackle questions that once were the exclusive preserve of religion or philosophy. The scientific method is ill-built to cope with such quests and is inferior to the tools developed over centuries by philosophers, theologians, and mystics.

Moreover, scientists often confuse language of representation with meaning and knowledge represented. That a discipline of knowledge uses quantitative methods and the symbol system of mathematics does not make it a science. The phrase "social sciences" is an oxymoron - and it misleads the layman into thinking that science is not that different to literature, religion, astrology, numerology, or other esoteric "systems".



The emergence of "relative", New Age, and politically correct philosophies rendered science merely one option among many. Knowledge, people believe, can be gleaned either directly (mysticism and spirituality) or indirectly (scientific practice). Both paths are equivalent and equipotent. Who is to say that science is superior to other "bodies of wisdom"? Self-interested scientific chauvinism is out - indiscriminate "pluralism" is in.



3. I have found one definition of the word "superstition" that states that it is "a belief or practice resulting from ignorance, fear of the unknown, trust in magic or chance, or a false conception of causation." What is your opinion about said definition?

A. It describes what motivates people to adopt superstitions - ignorance and fear of the unknown. Superstitions are, indeed, a "false conception of causation" which inevitably leads to "trust in magic". the only part I disagree with is the trust in chance. Superstitions are organizing principles. They serve as alternatives to other worldviews, such as religion or science. Superstitions seek to replace chance with an "explanation" replete with the power to predict future events and establish chains of causes and effects.



4. Many people believe that superstitions were created to simply teach a lesson, like the old superstition that "the girl that takes the last cookie will be an old maid" was made to teach little girls manners. Do you think that all superstitions derive from some lesson trying to be taught that today's society has simply forgotten or cannot connect to anymore?

A. Jose Ortega y Gasset said (in an unrelated exchange) that all ideas stem from pre-rational beliefs. William James concurred by saying that accepting a truth often requires an act of will which goes beyond facts and into the realm of feelings. Superstitions permeate our world. Some superstitions are intended to convey useful lessons, others form a part of the process of socialization, yet others are abused by various elites to control the masses. But most of them are there to comfort us by proffering "instant" causal explanations and by rendering our Universe more meaningful.



5. Do you believe that superstitions change with the changes in culture?

A. The content of superstitions and the metaphors we use change from culture to culture - but not the underlying shock and awe that yielded them in the first place. Man feels dwarfed in a Cosmos beyond his comprehension. He seeks meaning, direction, safety, and guidance. Superstitions purport to provide all these the easy way. To be superstitious one does not to study or to toil. Superstitions are readily accessible and unequivocal. In troubled times, they are an irresistible proposition.